Pernahkah kita menyadari mengapa buah jeruk memiliki rasa yang masam, sementara sabun mandi terasa licin di kulit? Pertanyaan sederhana yang berangkat dari kejadian sehari-hari ini menjadi pemantik antusiasme siswa kelas VII-A Sains di MTs Assa’adah 1 dalam pembelajaran mata pelajaran Riset.
Namun, bagaimana jika zat-zat yang ingin kita ketahui sifatnya tidak boleh dicicipi atau disentuh secara langsung karena berpotensi membahayakan?
Di bawah bimbingan Ibu Khofifah Indah Farawansyah, S.Pd., Gr., para siswa diajak memecahkan masalah tersebut melalui metode Inquiry Learning berbasis eksperimen sederhana. Alih-alih sekadar menghafal teori, siswa didorong untuk memprediksi dan mengidentifikasi sifat zat secara mandiri menggunakan indikator alami, yaitu ekstrak kubis ungu.
Eksperimen Kolaboratif yang Menyenangkan
Untuk mengoptimalkan proses belajar, siswa dibagi ke dalam lima kelompok sains kecil secara heterogen. Setiap kelompok ditugaskan untuk melakukan uji sifat asam dan basa pada berbagai bahan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Sampel yang diuji sangat beragam, mulai dari cuka, air mineral, air jeruk nipis, larutan deterjen, larutan asam jawa, larutan gula, larutan garam, larutan soda kue, larutan pasta gigi, hingga minuman bersoda.
Dalam prosesnya, siswa meneteskan ekstrak kubis ungu ke dalam masing-masing sampel dan mengamati perubahan warna yang terjadi. Setiap perubahan dicatat secara teliti pada Lembar Kerja Murid (LKM). Dari data visual tersebut, siswa kemudian menganalisis dan menarik kesimpulan mengenai ciri-ciri senyawa asam dan basa berdasarkan bukti nyata yang mereka temukan sendiri.
Sains di Balik Perubahan Warna
Mengapa kubis ungu bisa mendeteksi tingkat keasaman? Rahasianya terletak pada kandungan senyawa antosianin di dalamnya. Senyawa ini memiliki keunikan berupa kemampuan untuk mengubah struktur kimianya ketika berada dalam lingkungan dengan tingkat pH yang berbeda. Perubahan struktur kimia inilah yang secara kasat mata terlihat sebagai perubahan warna pada larutan, menjadikannya indikator alami yang akurat sekaligus aman digunakan oleh siswa. Pembelajaran riset ini tidak hanya berhasil menanamkan konsep kimia dasar tentang asam dan basa, tetapi juga melatih kemampuan analisis kritis siswa. Melalui pendekatan eksperimen langsung, suasana kelas menjadi sangat aktif, kolaboratif, dan tentunya memberikan pengalaman belajar sains yang menyenangkan.


